Menjadi puncak saat berhubungan seks, orgasme menjadi dambaan
pasangan pria dan wanita. Berbeda dengan pria yang dapat mencapai orgame
melalui aktivitas fisik, wanita lebih kompleks. Wanita terpengaruh
kondisi fisik dan psikologis agar dapat mencapai orgasme.
Dilansir dari laman Women's Health pada Jumat, (29/7/2016), kegagalan
wanita mencapai orgasme saat berhubungan seksual dengan pasangannya
seringkali disebabkan fokus pikiran kaum hawa yang kerap teralihkan
"Wanita acapkali mengeluhkan pikiran mereka yang tak bisa fokus
dengan aktivitas seks yang sedang dijalani. Keadaan ini bahkan terjadi
ketika sedang masturbasi," ujar Karen Stewart, Psy.D., psikolog klinis
yang memiliki spesialis mengatasi disfungsi seksual.
Adakalanya tindakan pria saat berhubungan seks juga menyebabkan
wanita gagal mencapai orgasme. Dilansir dari Men's Health, bagi pria
hindari tindakan-tindakan ini saat berhubungan seks dengan wanita :
1. Penetrasi Terlalu Cepat
Gairah seks telah memuncak, dan dengan sedikit gerakan penetrasi
penis dilakukan oleh pria. Menurut psikolog seks Celeste Hirschman,
tindakan ini membuat wanita gagal mencapai orgasme.
"Ini mungkin tampak membuat wanita lebih cepat orgasme, namun tidak
demikian. Melakukan penetrasi terburu-buru benar-benar akan membuat
wanita dapat gagal orgasme," kata Celeste Hirschman.
Dengan kata lain, pastikan sesi pemanasan dilakukan. Hirschman
menyarankan untuk sedikit menggoda pasangan wanita dengan menekan lembut
area hotspot-nya. Ia menyarankan melakukan hubungan seks dengan
kecepatan lambat sambil menerapkan tekanan lembut pada klitoris.
Kemudian ritme seks dapat dilanjutkan secara bertahap sampai kecepatan
penetrasi yang dinikmati berdua.
2. Terus Bertanya "Sudah orgasme?"
Ingat, jika wanita mencapai orgasme anda ikut merasakan sensasinya.
Jadi biarkan dia menuju momen itu, jangan terus diberondong pertanyaan.
"Versi wanita, pertanyaan itu mendorong kecemasan yang makin tinggi,"
jelas Hirschman. Jadi meskipun Anda mungkin mencoba untuk memberi
dorongan wanita dengan memeriksa kondisinya, serta bertanya apakah dia
mendekati orgasme bisa membuat dia merasa tertekan untuk bergegas.
"Memaksa terlalu keras agar wanita mencapai orgasme adalah cara tepat
membunuh orgasme," kata Kayt Sukel, penulis buku This Is Your Brain on
Sex. Sebaliknya, fokus pada tanda-tanda bahwa dia hampir mencapai
orgasme napas yang tersengal-sengal dan mengerang. Biarkan dia mencapai
puncak secara alami.
3. Mengubah Kecepatan Penetrasi Penis
"Ketika perempuan mendekati orgasme, mereka membutuhkan tekanan dan
ritme penetrasi penis tetap jangka waktu terntu," kata Danielle Harel,
Ph.D., yang bekerja bersama Hirschman pada klinik seks di San Francisco.
"Jika
itu saat itu anda memutuskan memainkan ritme penetrasi penis maka dia
akan benar-benar kehilangan momen orgasme itu," Harel memeringatkan.
4. Mengatur saat Orgasme
Tentu, me dia suka melihat Anda seksi pakaian dan dia menghargai
bahwa Anda telah mengambil semua tips seks kami ke jantung. Tapi jangan
terlalu terjebak dalam meletakkan pada acara.
"Kadang-kadang orang terinspirasi dari potongan film porno untuk
mengatur bagaimana seks seharusnya seperti berapa lama seks seharusnya
berlangsung, bahkan berapa banyak orgasme seorang wanita dapatkan," kata
Sukel.
"Anda harus mengenali isyarat dari pasangan Anda, bukan apa yang Anda lihat di sekitar 20 menit adegan film porno," lanjutnya.
Berpikir untuk menjambak hingga memukul pantat seperti di film,
mungkin mendorong wanita makin liar bisa jadi dipertimbangkan kembali.
"Yang diinginkan perempuan adalah keintiman dan saling percaya, tidak
semua adegan seks di film harus dilakukan," kata Hirschman.
5. Menyalakan TV
Mengalami orgasme membutuhkan konsentrasi, jadi jangan merusak
peluangnya dengan gangguan yang mungkin terjadi seperti suara TV. Ini
berarti mematikan televisi dan memastikan Anda berada di tempat pribadi,
tetapi juga bisa berarti membiarkan fokusnya pada orgasme sendiri tanpa
khawatir tentang sekelilingnya.
6. Memuji Tubuhnya Berlebihan
Melontarkan pujian saat bercinta bisa membantu meningkatkan rasa
percaya diri wanita. Tidak sedikit wanita yang memiliki 'krisis'
kepercayaan diri, dan ketika pasangan terlihat mengagumi keindahan
tubuhnya, maka akan memudahkan wanita mencapai kepuasan seks.
Tapi jika pujian diberikan terlalu berlebihan, efek yang timbul bisa
sebaliknya. Alih-alih jadi lebih percaya diri, wanita justru bisa
minder. Apa alasannya?
Menurut pakar seks Kayt Sukel, wanita bisa merasa cemas ketika
tubuhnya menjadi 'tontonan' meskipun itu dilakukan oleh suaminya
sendiri. Memberikan banyak pujian hingga ke hal-hal detail tentang
bagian-bagian tubuhnya, akan membuat wanita merasakan tekanan untuk
terus tampil sempurna.
Akibatnya ia tak lagi fokus dengan aktivitas bercinta tapi lebih
memikirkan yang lain seperti, 'apakah perutku terlihat buncit?' atau
'tubuhku masih terlihat seksi 'kan bagi dia?'. Ketika pasangan tak lagi
memujinya kala bercinta, wanita pun menjadi 'insecure' dan menganggap
mungkin dirinya tidak semenarik sebelumnya.
"Banyak wanita yang bilang kalau pria memuji terlalu berlebihan.
Bahkan memberikan komentar yang membuat wanita jadi berpikir tentang
bentuk bokongnya, dan itu bisa memicu spectatoring," jelas penulis 'This
Is Your Brain on Sex' seperti dikutip dari Men's Health.
Spectatoring merupakan proses dimana seseorang jadi lebih fokus pada
dirinya sendiri, yang dipicu oleh perspektif orang lain ketika melakukan
aktivitas seksual. Kondisi ini berpotensi membuat orang tersebut takut
dan menimbulkan efek negatif pada performa seksualnya.
Bukan berarti wanita tidak suka dipuji, atau pria disarankan tidak
memberi pujian pada istri ketika mereka bercinta. Namun berikan pujian
sewajarnya saja. Misalnya dengan mengatakan kalau ia terlihat menggoda
tanpa busana, namun kesampingkan kata-kata yang menjurus pada bentuk
payudara atau bokongnya.
Pujian sebaiknya diberikan dalam aspek secara menyeluruh. Bukan sesuatu yang terlalu detail.