Tidak pernah menjalin hubungan dengan orang lain selain pasangan, tidak lantas membebaskan Anda dari perselingkuhan.
Saat menjalani pernikahan, terutama yang sudah berlangsung lama, ada
beberapa kebiasaan yang sebenarnya membuat Anda--tanpa
sadar--menyelingkuhi pasangan.
Walaupun memang tidak memiliki efek yang langsung fatal, namun jika
dibiarkan berlarut-larut akan sama merusaknya untuk pernikahan Anda.
ada 7 jenis perselingkuhan yang
mungkin sedang Anda lakukan:
mungkin sedang Anda lakukan:
1. Anda selalu menomorsatukan anak-anak
Siapa yang lebih dulu ada dalam hidup Anda? Pasangan atau anak? Walaupun Anda memang
harus memprioritaskan kebutuhan anak, namun menempatkan terlalu banyak fokus pada mereka
justru bisa menjadi salah satu bentuk pengkhianatan pada pasangan.
harus memprioritaskan kebutuhan anak, namun menempatkan terlalu banyak fokus pada mereka
justru bisa menjadi salah satu bentuk pengkhianatan pada pasangan.
Menurut Otto Collins, seorang konsultan pernikahan dan penulis buku Passionate Spark, Lasting Love, hal ini dikarenakan Anda akan menghabiskan energi untuk mengurus anak tanpa menyisakannya bagi pasangan.
Dengan kata lain, pasangan tidak akan mendapatkan kesempatan untuk bisa benar-benar 'bersama' Anda.
"Anda kira fokus pada anak dan kewajiban lain akan memperkuat dan
membuat hubungan Anda lebih kuat, tapi yang terjadi justru sebaliknya,"
ujar Collins. "Anda dan pasangan akan berubah menjadi orang lain yang
saling berpapasan di dalam rumah dan lalu gairah dan keterikatan Anda
akan melayu dan hilang. Anda mungkin saling mencintai satu sama lain,
tapi Anda tak lagi merasa
saling jatuh cinta karena Anda mengabaikan hubungan kalian dan tak menyadarinya."
saling jatuh cinta karena Anda mengabaikan hubungan kalian dan tak menyadarinya."
2. Saat Anda curhat pada orang lain
Pasangan seharusnya menjadi orang kepercayaan Anda, jangkar pengaman
tempat Anda bisa bersandar dan bercerita tentang apapun. Jika Anda mulai
membuka diri secara emosional pada orang lain--terlebih lagi seseorang
yang membuat Anda tertarik--Anda sedang dalam perjalanan menuju
perselingkuhan emosional, begitu menurut psioterapis berbasis di Los Angeles, Foojan Zeine. Apalagi jika Anda mulai menceritakan hal-hal buruk tentang hubungan Anda pada orang baru ini.
perselingkuhan emosional, begitu menurut psioterapis berbasis di Los Angeles, Foojan Zeine. Apalagi jika Anda mulai menceritakan hal-hal buruk tentang hubungan Anda pada orang baru ini.
"Ketika salah satu pasangan mulai memberikan posisi istimewa seperti
persahabatan, kedekatan dan keintiman pada orang lain, Anda akan merasa
dikhianati," ujarnya. "Pasangan memang tidak bisa mengambil posisi
sahabat Anda, namun mereka perlu untuk memiliki keamanan dan keterbukaan
sebagai orang tempat Anda berpaling paling sering.
Untuk memiliki hubungan emosional yang lebih kuat dengan pria/wanita lain dibanding
dengan apa yang Anda miliki dengan pasangan akan terasa seperti pengkhianatan."
dengan apa yang Anda miliki dengan pasangan akan terasa seperti pengkhianatan."
3. Saat Anda tak bisa lepas dari ponsel sepanjang hari
Tak pengaruh apakah itu urusan pekerjaan, sekedar bertukar cerita
dengan teman, atau membicarakan tim olahraga favorit, menghabiskan waktu
yang terlalu banyak dengan ponsel saat Anda sedang bersama pasangan
menyampaikan pesan yang jelas. Bahwa Anda bisa bersama pasangan Anda,
tapi Anda memilih untuk tidak bersama mereka.
"Semua orang perlu bersantai dan kegiatan-kegiatan tadi memang bisa
melepas lelah, namun mereka menjadi masalah ketika mereka menjadi
pengganti dari interaksi berarti bersama pasangan," ujar terapis
pernikahan berbasis Pennsylvania, Christine Wilke.
"Tanyakan pada diri Anda sendiri: Apakah saya menghabiskan lebih
banyak waktu di sosial media dibanding berbicara dengan pasangan?"
4. Anda membohongi pasangan secara finansial
Pembelian diam-diam yang Anda lakukan di balik punggung pasangan
suatu saat nanti akan terbongkar, dan ketika hal ini terjadi, bisa
menimbulkan masalah besar.
Sebuah penelitian pada tahun 2011 yang dilakukan oleh National
Endowment for Financial Education menemukan bahwa pada 68 persen
kesempatan, kebohongan finansial memiliki efek negatif pada pernikahan
dengan 16 persen pernikahan berakhir karena hal ini.
5. Anda menghabiskan lebih banyak waktu bersama teman dibanding pasangan
Memiliki hobi dan ketertarikan lain di luar pernikahan itu
penting--dan terus bersama pasangan selama 24 jam 7 hari seminggu
tidaklah sehat. Tapi, hal itu bisa jadi masalah ketika pasangan mulai
merasa mereka mulai menjadi seperti penonton terhadap hal-hal yang
terjadi pada hidup Anda,
terutama ketika Anda bersama teman-teman.
terutama ketika Anda bersama teman-teman.
"Menempatkan sahabat di atas pasangan akan menciptakan jarak dan
ketidakpercayaan antara kali berdua, yang pada akhirnya dapat merusak
hubungan," ujar Otto Collins.
6. Anda mengeluhkan pasangan pada orang lain
Anda mungkin merasa mengeluhkan kebiasaan buruk pasangan pada sahabat
atau keluarga tidaklah berbahaya, namun hal ini menciptakan suatu
pengkhianatan kecil tercipta ketika Anda membeberkan keburukan suami
pada orang lain.
Susie Collins, seorang konsultan pernikahan mengatakan, "Jangan
pernah mengatakan atau melakukan sesuatu saat Anda sedang tidak bersama
pasangan, hal-hal yang tidak akan Anda lakukan saat dia berdiri di
samping Anda."
Beberapa orang mungkin berpikir mencurahkan masalah mereka pada orang
lain adalah sesuatu yang sehat, namun menurut Susie hal ini justru akan
menciptakan suatu jarak antara Anda berdua yang mungkin tak Anda
sadari.
7. Memblokir pasangan
Memblokir pasangan--yaitu saat Anda menjadi defensif dan menarik diri
dari argumentasi dan bukanya membicarakan hal tersebut--bisa jadi
sangat merusak hubungan, ujar Zeine.
"Menahan pikiran, keyakinan dan emosi bertentangan dengan tujuan dari
suatu hubungan yang intim," ujarnya. "Ketika seorang pasangan
mendiamkan pasangannya atau mengatakan 'tak ada masalah' ketika ada yang
salah, Anda akan merasa tak berdaya berhadapan dengan tembok yang
dibangun pasangan. Anda akan merasa terkhianati oleh pasangan karena ia
menyisihkan Anda dan
tidak membiarkan Anda mendekat."
tidak membiarkan Anda mendekat."
Dan ketika Anda diam, saat itulah asumsi tentang hal yang terburuk tercipta.
"Prilaku pasif-agresif yang mendiamkan menciptakan celah bagi
pasangan untuk menginterpretasikannya sesuai dengan keinginan mereka.
Ketika merasakan sakit dan marah, asumsi dan interpretasi tersebut
biasanya sangat berat sebelah dan tidak adil," tutupnya.
No comments:
Post a Comment