Setiap hari, ratusan penumpang berjejal memenuhi kereta Kaligung
jurusan Semarang-Tegal. Empat gerbong rasanya belum cukup menampung para
komuter ini. Melihat situasi ini, mengapa PT KAI tidak menambah
gerbong, atau jadwal keberangkatan kereta?
Sebagai pelanggan Kaligung, saya merasa tidak nyaman kalau setiap kali naik, harus berjejalan dengan ratusan penumpang lainnya.
Memang, menurut peraturan, ada toleransi penambahan penumpang
sebanyak 50 persen untuk kereta api kelas ekonomi, dan 20 persen untuk
kelas bisnis. Namun hal itu bukanlah sebuah apologi yang melegalkan
penambahan penumpang hingga kereta kelebihan beban.
Kaligung, sudah menjadi moda favorit warga Tegal, Pemalang,
Pekalongan, dan Semarang yang sering harus menempuh jarak
Semarang-Tegal. Dibanding bus, kereta api jauh lebih menarik. Tiket yang
cukup murah, Rp 16 ribu (ekonomi) dan Rp 25 ribu (bisnis), Kaligung
menjadi pilihan banyak orang. Selain itu, perjalanan menggunakan kereta
membutuhkan waktu lebih cepat bila dibanding bus.
Rel kereta yang melewati pantai dari Kendal hingga Batang, juga saat
melewati kawasan Pemalang, memiliki poin plus tersendiri. Sering para
penumpang kereta sengaja berdiri sejenak untuk memandang pantai yang
cukup bersih itu. hampir setengah jam penumpang kereta bisa menikmati
keindahan pantai dan mencium aroma laut yang segar.
Memang, semua kereta yang melewati jalur ini akan melewati pantai. Namun karena dipacu dengan kecepatan tinggi, para penumpang tidak akan dapat menikmati keindahannya. Berbeda dengan Kaligung, yang berjalan dengan kecepatan cukup rendah. Jika benar, bukan tidak mungkin kereta penghubung Semarang-Tegal ini akan memberikan kontribusi besar kepada perusahaan.
Memang, semua kereta yang melewati jalur ini akan melewati pantai. Namun karena dipacu dengan kecepatan tinggi, para penumpang tidak akan dapat menikmati keindahannya. Berbeda dengan Kaligung, yang berjalan dengan kecepatan cukup rendah. Jika benar, bukan tidak mungkin kereta penghubung Semarang-Tegal ini akan memberikan kontribusi besar kepada perusahaan.
Meski jarak yang ditempuh tidak seberapa jauh, bukan berarti Kaligung
bisa dianaktirikan. Selama ini, kamar kecil di kereta terkesan jorok,
kebersihan gerbong juga kurang terjaga.
Perawatan kereta api harus ditangani secara serius. Kedisiplinan
petugas membatasi jumlah penumpang juga harus ditegakkan. Jangan sampai
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, baru ada perbaikan.

No comments:
Post a Comment